Selasa, 23 Juli 2019

1000 HPK Momen Penting Penentu Masa Depan Anak

1000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan fase krusial bagi bayi dan memiliki pengaruh besar terhadap masa depan anak. Banyak hal yang bisa terjadi selama masa awal kehidupan bayi, baik hal positif maupun negatif, tergantung penanganannya. Berikut ini pembahasan tentang pentingnya 1000 HPK bagi masa depan anak.

1000 HPK

Pentingnya 1000 Hari Awal Kehidupan
Momen krusial bagi anak adalah sekitar 280 hari janin berada dalam kandungan hingga kurang lebih 2 tahun. Banyak ahli mengatakan bahwa masa ini adalah masa emas sebagai tombak pertumbuhan anak. Selama masa ini anak akan mengalami pertumbuhan otak dengan pesat dan organ tubuh lainnya akan bersinergi membentuk kemampuan untuk tumbuh dan berkembang.

Berdasarkan penelitian, ketika bayi dilahirkan hanya 25% bagian otaknya yang berkembang, sedangkan ketika memasuki usia 3 tahun perkembangan otak sudah meningkat hingga 80%. Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat inilah yang membuat 1000 HPK menjadi sangat penting dan membutuhkan usaha ekstra dari orang tua guna memaksimalkan potensi ini.

Tidak hanya untuk meningkat potensi, penanganan 1000 hari pertama yang kurang baik juga bisa menyebabkan berbagai gangguan pada anak, seperti kurangnya kecerdasan, stunting, obesitas, gangguan toleransi gula dan gangguan lainnya. Saat ini hampir semua negara melakukan gerakan scalling up nutrition untuk meningkatkan SDM di masa mendatang.

Scalling up nutrition adalah gerakan pemenuhan kebutuhan selama masa 1000 hari pertama kehidupan untuk membuat kemampuan anak untuk tumbuh dan belajar menjadi lebih baik. Gerakan ini juga dilakukan untuk mencegah terjadinya malnutrisi selama masa tersebut yang dapat berdampak pada gangguan tumbuh kembang anak hingga kematian.
Cara Memaksimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Ada 2 hal faktor penting yang sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak di masa emasnya, yaitu nutrisi dan stimulasi lingkungan. Menjaga kebutuhan nutrisi bisa dilakukan mulai dari masa kehamilan hingga bayi lahir dan mencapai usia 2 tahun.

Pastikan kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan tercukupi untuk menghindari gangguan pertumbuhan anak. Trimester pertama ibu setidaknya memerlukan kalori 180 kkal, protein 20 gram, lemak 20 gram dan karbohidrat 25 gram setiap hari. Trimester kedua dan ketiga dibutuhkan 300 kkal, protein 20 gram, lemak 10 gram dan karbohidrat 40 gram.

Disarankan juga untuk mengonsumsi tablet tambah darah setidaknya 90 tablet selama masa kehamilan untuk menghindari terjadinya anemia yang dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan masalah lain yang mungkin muncul.

Lakukan pemeriksaan kandungan secara rutin ke dokter atau bidan guna memantau tumbuh kembang janin. Ibu disarankan untuk melakukan proses persalinan di bidan atau dokter yang terlatih agar proses persalinan berjalan lancar sesuai dengan prosedur medis.
WHO menyarankan 3 hal yang harus dilakukan untuk pemenuhan gizi setelah kelahiran, yaitu  inisiasi menyusui dini (IMD) yaitu melakukan pemberian ASI kurang dari 1 jam setelah lahir, pemenuhan ASI eksklusif selama 6 bulan dan  pemberian MPASI mulai dari usia 6 bulan dengan kandungan gizi seimbang, aman dan benar.

Stimulsi lingkungan pada 1000 hari awal kehidupan dapat mendukung pembentukan sinaps di otak. Semakin banyak sinaps yang terbentuk maka tumbuh kembang anak akan semakin optimal. stimulasi yang dilakukan berulang-ulang terbukti efektif memperbanyak pembentukan sinaps dan mengoptimalkan pertumbuhan sel otak.

Sebagai orang tua melihat anak pertumbuhan dan berkembang dengan baik merupakan hal yang membahagiakan,  oleh sebab itu pastikan 1000 HPK buah hati Anda berjalan optimal. Informasi lain seputar tumbuh kembang anak dan kehamilan bisa anda baca di laman generasimaju.co.id, jika punya pertanyaan, Anda juga bisa langsung berkonsultasi dengan ahli di laman tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar